Mengelola Kerugian Dalam Trading Forex

Satu hal yang antara lain harus menjadi fokus utama bagi Anda yang ingin sukses dalam trading forex adalah mengupayakan untuk meminimalkan kerugian. Jika hal ini berhasil dikendalikan maka potensi Anda untuk bertahan lebih lama ketika keadaan pasar tengah tidak menguntungkan akan lebih besar termasuk saat berada pada tempat yang strategis saat trend pada market tiba-tiba berbalik arah. Salah satu cara yang telah terbukti ampuh adalah dengan menentukan kerugian maksimal yang berpeluang akan terjadi sebelum Anda membuka trading forex.

Lalu apa yang dimaksud dengan kerugian maksimal? Artinya, adalah sejumlah modal yang telah siap Anda “korbankan” untuk satu kali trading. Menetapkan kerugian maksimal dalam persentase paling kecil dari keseluruhan trading bertujuan agar Anda tak berhenti bertrading bila angka tersebut belum terkuras habis. Inilah metode efektif yang akan menjadi pembeda antara Anda dan 95% trader yang lain yang tidak mempraktekkan ketentuan pengelolaan uang yang cermat dalam sistem trading forex mereka. Akibatnya, tentu lebih sering mereka akan kehilangan dana trading mereka.

Apa sebenarnya akibat yang bisa terjadi bila kita bertrading tanpa menetapkan kerugian yang maksimal dari modal kita? Seandainya kita mempunyai modal sebesar 1000 USD dan melakukan trading sebesar 100 USD. Dalam 3 kali trading saja uang kita telah berkurang menjadi 700 USD. Dengan kerugian sejumlah itu pada umumnya sebagian besar trader akan menaikkan sejumlah uang yang digunakan untuk trading atau bet hingga 300 USD karena mengira semakin besar jumlah bet maka potensi untuk memperoleh profit juga akan semakin besar.

Nah, jika seorang trader mempertaruhkan margin sejumlah 300 USD pada trading berikutnya dengan asumsi di atas, tentu yang terjadi adalah modal mereka akan semakin menipis hingga tinggal 400 USD saja. Dengan demikian secara otomatis potensi untuk memperoleh keuntungan juga semakin kecil. Untuk mengembalikan modal atau break even point mereka harus memperoleh profit mencapai 150% pada trading berikutnya dan hal ini dapat dikatakan agak mustahil terutama bagi para pemula pada bidang ini. Hal ini berbeda jika sebelumnya trader yang bersangkutan telah menetapkan kerugian maksimal dan berada pada keadaan demikian, maka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan akan tetap ada.

Berikut ini adalah contoh lain yang menerangkan mengapa banyak trader kehilangan modal mereka saat melakukan trading forex. Seandainya seorang trader mempunyai dana sejumlah 1000 USD dan menggunakan 250 USD untuk trading tetapi mengalami kerugian hingga 3 kali berturut-turut. Tentu saja dia telah kehilangan dananya sebesar 750 USD dan modal yang tersisa hanya sebesar 250 USD. Maka untuk bisa mencapai break even point trader tersebut harus mendapatkan keuntungan sebesar 300% pada trading selanjutnya.

Dari kedua ilustrasi di atas, trader mengalami kerugian karena yang bersangkutan tak mempraktekkan manajemen keuangan dan resiko dengan baik, selain itu ia juga mengambil resiko terlalu besar. Harus ditekankan bahwa tujuan dalam bertrading adalah meminimalkan resiko kerugian dan pada saat yang bersamaan juga mengambil posisi trading yang berpotensi menguntungkan.

Sebagian besar orang memang memimpikan untuk memperoleh profit besar saat mereka memulai trading forex, tetapi sayangnya mereka lebih sering mengabaikan manajemen resiko. Inilah biang keladi mengapa hampir 90% trader kehilangan modal mereka pada 3 bulan pertama sejak memulai tradingnya. Sebelum memulai menghitung profit yang belum Anda dapatkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meminimalkan trading yang beresiko semaksimal mungkin. Itulah resep paling efektif untuk meraih kesuksesan jangka panjang dalam investasi forex. Tetapi masalahnya, bagaimana hal ini bisa dilakukan? Berikut ini adalah panduannya bagi Anda:

  1. Overtrade

Overtrade atau melakukan trading yang berlebihan bisa membahayakan persediaan modal Anda. Sebagian besar trader yang baru bergabung memang bernafsu untuk melakukan trading di dalam pasar forex sesering mungkin untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Tetapi hal ini akan menjadi sia-sia jika kemudian Anda merugi. Para profesional hanya bertrading secukupnya tetapi dengan dasar analisa yang tepat sehingga peluang mendapat keuntungan semakin besar.

  1. Overleverage

Leverage sesungguhnya sama seperti pedang bermata dua, di satu sisi fasilitas ini akan memperbesar peluang Anda untuk menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar, tetapi di sisi lain juga membuat Anda mengalami kerugian besar. Trading dengan leverage besar dapat Anda lakukan jika market memang berjalan sesuai dengan keinginan Anda sehingga potensi menang menjadi lebih besar. Sebaliknya, bila pasar berbalik melawan trading Anda, maka penggunaan leverage tinggi dapat merugikan Anda. Jadi lakukan antisipasi atas kecenderungan memasang leverage berlebihan.

  1. Trading dengan perasaan

Harus diingat bahwa trading forex bukanlah judi yang mengandalkan perasaan untuk meraih kemenangan. Sayangnya, hingga saat ini masih ada saja trader yang bertransaksi hanya dengan mengikuti perasaan, perdagangan berita forex, atau tips-tips yang beredar luas dan kadang tanpa dasar analisa yang akurat. Untuk meminimalkan kerugian dan mengendalikan resiko bisnis, Anda harus bekerja sesuai dengan aturan, melakukan analisis seperti para trader forex profesional sehingga Anda akan tahu kapan waktu yang sesuai untuk memasuki market.

  1. Stop loss

Selalu tempatkan stop loss pada posisi yang Anda kehendaki sebagai langkah antisipasi bila sewaktu-waktu pasar berbalik melawan trading Anda. Cara ini efektif untuk mencegah kerugian. Dalam manajemen resiko pada trading forex, aturan utama yang harus selalu dilakukan adalah menempatkan stop loss pada setiap trading dan tak memindahkannya saat arah market berbalik melawan trading Anda. Para trader profesional sukses mengelola modal mereka dalam jangka panjang sekaligus menghasilkan profit yang stabil karena penggunaan stop loss dengan efektif.

4 tips di atas adalah pedoman umum yang idealnya harus diterapkan oleh semua trader forex. Praktekkan tips-tips di atas agar peluang Anda untuk sukses dalam bisnis forex menjadi lebih besar. Manajemen perdagangan memang sangat vital untuk menentukan kesuksesan dalam trading forex pada level mana pun. Faktor yang paling penting dari pengelolaan trading adalah penempatakan yang tepat dalam menggunakan stop loss dan menentukan target keuntungan yang hendak diraih.

Para profesional yang hanya mencari nafkah dari trading telah menemukan bahwa metode paling efektif untuk memperoleh hasil yang berkesinambungan adalah merancang resiko yang minimal untuk menilai rasio dan menempatkan stop loss juga target keuntungan dalam satu kali trading sesuai dengan rasio ini. Tanpa komitmen untuk menerapkan strategi ini secara konsisten dalam trading forex maka profit Anda bisa lenyap hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit. Ini artinya Anda tak mampu lagi mengendalikan kerugian. Kemungkinan terburuknya adalah akun Anda tak akan dapat digunakan lagi.

Jadi mulai sekarang gunakan stop loss dalam setiap trading Anda, termasuk penempatan target profit yang paling masuk akal. Hal ini akan membantu Anda untuk meraih kesuksesan dalam kegiatan trading forex. Happy trading!

Posted in Artikel Forex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*